YLKI Temukan Pembalut Berbahaya

Disperindag Belum Berani Bertindak

Kamis, 09 Juli 2015 19:46:19
Disperindag Belum Berani Bertindak

Pekanbaru, Inforiau.co - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Pusat mengklaim bahwa ada sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang ditemukan mengandung klorin (zat pemutih) beredar di pasaran. Meski begitu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru sepertinya belum berani bertindak lantaran penarikan produk tersebut belum punya landasan hukum.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Mas Irba H Sulaiman kepada wartawan, Rabu (8/7). "Kita bukan meragukan pernyataan YLKI. Tapi memang kita belum punya landasan kuat untuk melakukan penarikan barang tersebut. Nanti kita tarik tapi ternyata malah tidak benar, kan jadi masalah di belakang hari," ujar Irba.

Lebih lanjut Irba mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan koordinasi dengan Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen untuk memastikam apakah pernyataan YLKI ini bisa dijadikan patokan untuk melakukan penarikan produk.

"Kita masih menunggu surat itu keluar. Kalau nanti suratnya sudah keluar, kan dalam melakukan penindakan pun kita ada landasan. Kita berharap surat itu segera keluar. Bahkan kalau bisa sebelum lebaran sehingga masyarakat tidak resah berkepanjangan," ungkapnya.

Lebih lanjut Irba menjelaskan bhawa tak hanya permasalahan pembalut berbahaya saja yang saat ini menjadi aduan masyarakat kepada pihaknya. Namun juga terkait isi produk seperti shampo ataupun sabun cair yang menyatakan isian jumlah kandungan apakah sesuai dengan isinya.

"Itu kan gak jelas berapa isian kandungannya, karena memang kita belum ada alatnya. Oleh karena itu, saat ini kita telah mengajukan alat tersebut di APBDP. Untuk berapa anggaran yang kita ajukan, untuk itu kita secara pasti tidak tahu berapa jumlah pastinya. Karena itu digabungkan dengan alat-alat lain seperti alat pengukur kadar emas," pungkasnya.

Seperti diberitakan, YLKI menemukan kandungan klorin (zat pemutih) pada sembilan merek pembalut dan tujuh merek pantyliner yang beredar di pasaran.  Dalam uji sampel yang dilakukan pada Januari hingga Maret 2015 ini, peneliti YLKI menemukan kandungan klorin tertinggi yakni 54.73 ppm pada pembalut merek CHARM.

Sementara pada pantyliner kandungan klorin tertinggi ditemukan pada merek V Class yang diproduksi PT Softex Indonesia, yakni  sebesar 14.68 ppm. LEX

KOMENTAR