Alhamdulillah, Akhirnya Satelit Telkom 3S Bisa Meluncur Sesuai Jadwal

Selasa, 14 Februari 2017 02:02:00
Alhamdulillah, Akhirnya Satelit Telkom 3S Bisa Meluncur Sesuai Jadwal
Foto: detikINET - Achmad Rouzni Noor II

Kourou, Inforiau.co - Satelit Telkom 3S dipastikan siap meluncur sesuai jadwal setelah Telkom mendapatkan kepastian dari Thales Alinea Space sebagai produsen pembuat satelit dan Ariane Space sebagai perusahaan roket peluncurnya.

Kepastian itu didapatkan oleh Telkom yang diwakili oleh Direktur Network, IT and Solution Telkom Abdus Somad Arief dalam launch readiness review (LRR) meeting dengan kedua perusahaan tersebut di Guiana Space Center, Senin (13/2/2017).

"Syukur alhamdulillah kedua tahapan akhir yang sangat krusial telah terlewati. Hasil pengetesan semua item teknis launch vehicle dalam kondisi on track dan hijau. Tak ada kondisi yang mempengaruhi jadwal peluncuran, dan telah diambil keputusan untuk go ahead sesuai jadwal," ujarnya saat ditemui detikINET usai pertemuan.


Sesuai jadwal, satelit Telkom 3S rencananya akan diluncurkan pada 14 Februari antara pukul 18.39 dan 20.05 waktu Guyana atau 15 Februari pukul 04.39 WIB waktu Indonesia bagian barat.

Menurut Abdus Somad yang akrab disapa ASA, kepastian itu berkat finalisasi yang telah diselesaikan oleh semua pihak terkait. Bagian akhir dari persiapan peluncuran ini adalah general rehearsal dan LRR.

General rehearsal menjadi bagian terpenting yang harus dilewati sebagai pengecekan akhir terhadap seluruh kondisi teknis satelit sebelum diluncurkan. Pengecekan dilakukan dengan pengetesan sesuai check list yang telah disiapkan.

Check list tersebut memastikan bahwa spesifikasi teknis dan fungsi-fungsi seluruh bagian satellit berada dalam kondisi baik dan dapat bekerja sebagaimana mestinya.

Sedangkan LRR merupakan pengecekan dan pengetesan seluruh elemen dan perangkat pendukung peluncuran, mulai dari kondisi roket sebagai launch vehicle yang siap meluncur hingga perangkat pendukung lainnya di area peluncuran.

ASA sendiri setelah melakukan LRR meeting dengan sejumlah personil penanggung jawab peluncuran dari Thales Alinea Space dan Ariane Space bersama tim teknis dari Telkom, diberi kesempatan untuk membubuhkan tanda tangannya di atas fairing (tempat satelit) sebelum diletakkan di ujung roket peluncur.

Prosesi ini memang biasa dilakukan untuk menyambut hari peluncuran satelit yang menandakan satelit beserta roket peluncurnya telah siap diluncurkan.

"Kami sangat berharap doa restu dari seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada agar Satelit Telkom 3S dapat diluncurkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, hingga pada akhirnya berada di orbit di atas Indonesia dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk memberikan layanan telekomunikasi yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia," harap ASA.

Sementara posisi terakhir dari satelit Telkom 3S sendiri sudah dipindahkan dari gedung perakitan terakhir ke tempat peluncuran di area ELA-3, Guiana Space Center di Kourou, Guyana Prancis, Amerika Selatan.

Seperti disaksikan detikINET, satelit milik Telkom ini mulai dikeluarkan dari final assembly building (BAF) sejak pukul 7.40 pagi waktu Kourou. Gedung BAF sendiri memiliki tinggi sekitar 100 meter.

Sementara, roket peluncur satelit Ariane 5 buatan Arianespace itu memiliki tinggi sekitar 58 meter. Satelit milik Telkom ini akan diterbangkan oleh Flight VA235 bersama satelit Sky Brazil milik operator AT&T.

Roket peluncur satelit ini kemudian dibawa menuju ke launchpad dengan jarak tempuh hingga 4 kilometer menggunakan Titan, sebuah kendaraan khusus untuk mengangkut roket peluncur satelit ini.

Mission Director Arianespace, Jean-Christope Delauney, menjelaskan truk ini cuma bisa berjalan dengan kecepatan rendah, hanya 2,5 kilometer per jam dengan estimasi perjalanan 45 menit dari gedung perakitan terakhir BAF ke launchpad.

"Hari ini hari yang berat bagi kami, karena kita harus mulai dari pukul 6 pagi sampai 10 malam nanti untuk pengisian bahan bakar," ujarnya.

Satelit Telkom 3S sendiri memiliki bobot 3,5 ton dan posisinya ada di bagian bawah roket peluncur satelit. Sedangkan Sky Brazil dengan bobot 6 ton berada di bagian atas.

Satelit Telkom 3S lebih ringan karena kapasitas transpondernya hanya 42, yakni 24 transponder C-Band, 8 transponder Extended C-Band, dan 10 transponder Ku-Band. Sedangkan Sky Brazil membawa 60 transponder Ku-Band untuk satelit HDTV.

Tujuan akhir setelah satelit Telkom 3S diluncurkan besok, Selasa 14 Februari, antara pukul 18.39 hingga 20.05 waktu Kourou, atau 15 Februari pukul 04.39 WIB adalah untuk menuju slot orbit 118 derajat Bujur Timur (BT).

Slot orbit itu tak akan langsung dituju oleh satelit Telkom 3S. Ada sejumlah fase yang musti ditempuh. Pertama, setelah roket satelit meluncur, satelit Sky Brazil yang ada di bagian atas akan terlebih dulu memisahkan diri.

Setelah Sky Brazil terlepas, 10 menit kemudian baru Telkom 3S yang ada di deck bagian bawah yang dilepas dari roket peluncur. Slot orbit yang ditempuh adalah 135,5 derajat BT.

Telkom sengaja memposisikan satelitnya di slot orbit itu untuk pengetesan terlebih dahulu, khususnya untuk transponder C-Band dan Extended C-Band. Alasannya karena di slot orbit 118 BT masih ada satelit Telkom 2 yang beroperasi.

Setelah pengetesan berjalan lancar, dan tiga kali mengelilingi bumi selama 10-15 hari, satelit Telkom 3S ini akan didorong oleh roket peluncur internal untuk masuk orbit 118 BT di ketinggian 36 ribu kilometer dari permukaan bumi.

Alasan kenapa slot orbitnya harus di 36 ribu kilometer, menurut Thales Alenia Space, sang pembuat satelit, di situlah ketinggian yang tepat untuk Telkom 3S bercokol mengikuti rotasi bumi. Sementara 118 BT merupakan latitude untuk derajat ketinggian tepat di atas Pulau Kalimantan. dtc

KOMENTAR