Sebelum Longsor, Zona Berbahaya di Ponorogo Belum Dikosongkan Total

Senin, 03 April 2017 09:32:08
Sebelum Longsor, Zona Berbahaya di Ponorogo Belum Dikosongkan Total
Jakarta, Inforiau.co - Bupati Ponorogo Ipung Muchlissoni mengakui, sebelum terjadi longsor berskala besar, kawasan yang masuk zona bahaya di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung belum dikosongkan total. 
 
"Sebetulnya kami sudah mengambil langkah sejak awal munculnya retakan tanah itu, warga kami imbau untuk mengungsi dan tempatnya sudah ada ," kata Bupati Ponorogo, Ipung Muchlissoni, Senin (3/4/2017).
 
Selama tiga pekan terakhir, warga pun mulai mengikuti instruksi dan mengungsi ke rumah penduduk lain yang dinilai lebih aman, namun aktifitas mengungsi hanya dilakukan pada malam hari, sedangkan siang hari kembali kerumah masing-masing. 
 
 
"Siangnya kembali ke rumah dan ambil panenan. Jadi begini, kadang kami sulit untuk melakukan pengosongan paksa kalau tidak ada alasan atau kejadian, nanti dikiranya melanggar HAM," ujarnya. 
 
Kata dia, kejadian tersebut akan menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dalam mengambil kebijakan terkait penanganan bencana alam, mengingat di wilayahnya saat ini tercatat ada empat lokasi yang memiliki tanda-tanda seperti di Desa Banaran.
 
Ipong mengaku, saat ini tim tanggap darurat bencana fokus untuk melakukan upaya pencarian puluhan korban yang masih hilang serta mengurusi para pengungsi. 
 
Disinggung terkait rencana relokasi warga terdampak, pihaknya mengaku masih akan melakukan pembahasan lebih lanjut. Pemerintah daerah juga belum bisa memastikan ketersediaan lahan untuk relokasi. 
 
"Kalau relokasi tentu harapannya masyarakat di sekitar sini, tapi belum tentu ada. Kalau mau relokasi yang ideal ya transmigrasi, tapi itu akan dibicarakan lebih lanjut," imbuh Ipong. 
 
Menurut orang nomor satu di Pemkab Ponorogo ini, masyarakat yang berada di zona bahaya saat ini telah memiliki kesadaran dan siap untuk dilakukan relokasi, sehingga akan mempermudah pemerintah dalam melakukan langkah berikutnya. 
 
Sebelumnya, dua hari yang lalu terjadi longsor besar di Dusun tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Tebing setinggi 150 meter yang ada di atas perkampungan warga ambrol, akibatnya puluhan rumah penduduk terkubur material longsor, sedangkan 28 warga dinyatakan hilang. 
 
Sementara itu hingga Senin pagi, dari 28 korban yang dinyatakan hilang baru dua orang yang ditemukan, yakni Katemi dan Iwan. Sedangkan 26 sisanya masih akam dilakukan pencarian. dtc

KOMENTAR