Mengenal Bitcoin

Mata Uang Virtual yang Digunakan oleh Penjahat Siber Ransomware

Rabu, 17 Mei 2017 07:29:35
Mata Uang Virtual yang Digunakan oleh Penjahat Siber Ransomware
Bitcoin
Pekanbaru, Inforiau - Ribuan komputer di dunia sudah terinfeksi virus Ransomware sejak Jumat lalu dan membuat data file para pengguna komputer terkunci dan tidak bisa diakses.
Sebagai gantinya, para pengguna komputer harus menebus dengan pembayaran Bitcoin jika menginginkan komputer yang mereka gunakan kembali normal.
Tapi kenapa para penjahat siber ini meminta tebusan bitcoin? dan siapa mereka ? Inilah semua hal tersebut yang perlu diketahui.
 
Apa itu bitcoin ?
Menurut penelusuran dari berbagai sumber, Bitcoin adalah sebuah mata uang digital yang berarti mata uang ini tidak ada di dunia nyata.
Mata uang ini juga tidak mempunyai bank sentral seperti Bank Indonesia di negara kita. Seperti yang dilansir dari Bitcoin.org, jumlah bitcoin di dunia mempunyai jumlah yang terbatas.
Saat ini jumlahnya hanya ada 21 juta keping.
 
Namun, jumlah tersebut tidak membuat bitcoin menjadi terbatas karena mata uang digital ini bisa dipecah menjadi sub unit bit yang lebih kecil misalnya 1 juta bit dalam 1 bitcoin.
Bitcoin juga dapat dibagi hingga menjadi 8 tempat desimal bahkan berpotensi bisa menjadi unit bit yang lebih kecil lagi.
 
Kenapa penjahat siber Ransomware menginginkan bitcoin? Bitcoin tidak sepenuhnya disebut mata uang anonim atau rahasia. Seperti yang dilansir dari Bitcoin.org, di luar sana terdapat banyak catatan-catatan tentang orang yang terlacak kerap menggunakan bitcoin.
 
Bagaimana pun juga ada unsur privasi yang terlibat dalam mata uang digital ini sehingga tidak mungkin untuk dipalsukan, kebal terhadap tagihan palsu dan transaksi yang tidak bisa dibatalkan.
Mata uang digital yang bisa digunakan secara global ini membuat para kriminal tertarik menggunakannya untuk melancarkan aksinya.
 
Bitcoin pertama kali diperkenalkan pada tahun 2009 oleh seorang programer yang misterius. Programer ini hanya diketahui dengan nama samaran Satoshi Nakamoto dan dia juga tidak pernah memberi keterangan apapun tentang bitcoin secara langsung.
 
Di awal tahun peluncuran, bitcoin telah berhasil menarik perhatian banyak pihak setelah nilainya meningkat 1.000 persen. Ketika pertama kali mengunjungi Bitcoin.org, pengguna diharuskan untuk mendownload 'Wallet' dari komputer atau ponsel. Bitcoin menggunakan jaringan peer-to-peer (P2P) dan signatur digital dimana jumlah uang yang ada otomatis bakal dikirim ke server yang dikenal dengan istilah 'bitcoin miners'.
 
Bisakah kita membeli bitcoin secara langsung?
 
Cara yang paling populer adalah melalui pertukaran online seperti via Mt GoX, atau melalui transfer bank di situs web yang mempunyai fitur Coinbase. Penjual bitcoin bisa ditemukan langsung secara online atau bahkan mereka bisa ditemui tatap muka secara langsung.
 
Apa saja yang bisa kita beli dengan bitcoin? Secara teknis, sebenarnya saat ini tidak banyak pihak atau situs populer yang mau menerima bitcoin.
Namun situs blogging seperti WordPress dan WikiLeaks keduanya menerima bitcoin. Ada juga situs yang menjual barang elektronik yang secara eksklusif mereka menerima bitcoin.
Namun, di sisi gelapnya, bitcoin kerap digunakan untuk bertransaksi jual-beli sesuatu yang ilegal atau terlarang.
 
Bisakah bitcoin dicairkan?
Seperti yang dilansir dari Metro.co.uk, ternyata bitcoin merupakan mata uang yang tidak stabil. Nilai mata uang digital ini kerap naik-turun setiap beberapa bulan, setiap beberapa hari bahkan di setiap beberapa jam. Banyak ekonom menganggap bahwa bitcoin seperti gelembung yang menunggu untuk meletus, sehingga pengguna harus pintar-pintar kapan harus mencairkannya.***
 

KOMENTAR