Apple Kini Bantu Intelijen Mata-matai Penggunanya

Kamis, 08 Juni 2017 08:18:10
Apple Kini Bantu Intelijen Mata-matai Penggunanya
Tim Cook buka suara bahwa Apple bekerjasama dengan intelijen Inggris untuk mengatasi terorisme di negara itu (dok. REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, Inforiau.co -- Teror bom yang belakangan melanda berbagai negara sepertinya membuat Apple melunak terhadap aksi memata-matai pengguna secara massal. Padahal selama ini Apple begitu ketat menjaga privasi penggunanya. 
 
Hal ini merujuk pada ketegangan yang terjadi antara Tim Cook dengan FBI awal tahun lalu. Saat itu FBI meminta Apple membuka enkripsi salah satu aplikasinya untuk membongkar tindak kejahatan. Namun, Tim Cook menolak melakukannya dengan alasan keamanan data pribadi pengguna. 
 
Kegiatan mata-mata ini diperkirakan hanya dilakukan di beberapa area tertentu. Hasil dari kegiatan mata-mata ini lantas dikemas menjadi informasi bagi agen intelijen. Berdasarkan informasi dari Apple tersebut, pihak berwenang mereka lantas bisa langsung mengambil tindakan. 
 
Tim Cook pun sepertinya mengonfirmasi hal ini. Baru-baru ini ia mengumumkan bahwa Apple membantu pemerintah Inggris untuk mengatasi ancaman teroris di negara itu. Seperti apa bentuk bantuan Apple? Cook menolak berkomentar. Anekdot yang berkembang belakangan menyebutkan Apple membantu dengan cara memata-matai penggunanya secara massal. 
 
Cara Apple memata-matai
 
Seorang penulis di Rolling Stone, Kory Grow menuliskan pengalamanannya saat konser amal OneLove Manchester yang dibuat oleh Ariana Grande dan rekan artis lainnya. Menurutnya, ia saat itu menulis pada aplikasi Notes Apple, "helikopter tengah melayang diatas". 
 
Setelah menuliskan hal itu, si penulis lantas dihampiri oleh dua petugas polisi. Ia ditanya mengenai identitas dan apakah ia sudah menuliskan sesuatu tentang helikopter di ponselnya. Padahal maksud si penulis adalah sebagai ungkapan bahwa para fans aman, karena tengah dalam pengawasan petugas. 
 
Petugas bahkan memeriksa isi tas, mengecek identitas dan kartu nama, dan menyatakan bahwa si penulis bukan orang yang membahayakan. Seorang petugas lantas meminta permakluman atas tindakan itu dan menjelaskan bahwa situasi tengah tidak kondusif di Inggris. 
 
Berdasarkan cerita tersebut, aplikasi yang digunakan penulis menyimpan otomatiss di cloud. Lantas, Apple melaporkan sejumlah kata mencurigakan yang terpindai untuk lantas dilaporkan kepada pihak intelijen Inggris. Sehingga, pihak berwenang bisa langsung mengambil tindakan.
 
Menariknya, pihak intelijen Inggris bisa bertindak dalam beberapa menit setelah kata-kata tersebut dituliskan di aplikasi. Jika dugaan ini benar, maka satu-satunya cara agar mereka bisa melakukannya adalah dengan bantuan Apple. 
 
Secara teori, Apple bisa mengakses data di iCloud dan dengan bantuan advanced AI dan machine learning, ia bisa menunjuk tersangka yang mungkin melakukan pelanggaran hukum. Meski tampak mengerikan, hal itu sejauh ini hanyalah sebuah spekulasi. 
 
Tak detil
 
“Kami telah bekerjasama dengan pemerintah Inggris. Bukan hanya terkait penegakan hukum, namun juga pada sejumlah penyerangan. Saya tak bisa berbicara lebih detil mengenai hal tersebut. Namun, kami melakukannya dengan sangat hati-hati. Saat kami memiliki informasi kami tidak menyerahkannya begitu saja, tapi telah melalui proses yang legal," jelas Cook seperti ditulis Bloomberg. 
 
Lebih jauh Cook menjelaskan bahwa Apple tidak menyerahkan kunci enkripsi mereka. Tapi menggunakan informasi metadata. Dengan demikian, Apple bisa memberitahu intel Inggris siapa berbicara dengan siapa dan ada dimana mereka tanpa mengetahui isi pembicaraan itu.
 
Pada pertengahan Mei lalu, perusaahaan keamanan Rusia menyebutkan bahwa Apple tengah mengembangkan perangkat lunak forensik. Sehingga, Apple Notes yang dihapus masih bisa dijangkau dari iCloud hingga 30 hari ke depan. Terutama jika notes itu masih aktif di folder Recently Deleted.
 
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal pada pertengahan Maret 2016, Apple tengah meningkatkan enkripsi iCloud mereka tanpa membahayakan pengguna. Saat itu, Apple bisa melakukan dekripsi informasi yang disimpan di iCloud, seperti ditulis BGR.eks/ir.cnn
 
 
editor : asa
 

KOMENTAR