Perkenalkan Pemasangan Listrik SNI

Kukerta UR Desa Rempak Siak Taja Workshop

Senin, 21 Agustus 2017 20:51:21
Kukerta UR Desa Rempak Siak Taja Workshop
Mahasiswa Kukerta UR Bersama Pemateri Workshop dan Warga

Siak, Inforiau - Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau bekerjasama dengan mahasiswa Kukerta Universitas Riau melaksanakan kegiatan workshop pemasangan instalasi listrik penerangan umum dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) di kampung Rempak kecamatan Sabak Auh, Siak. Sabtu (19/8/2017).

 

Workshop yang dilaksanakan di Aula kampung Rempak ini melibatkan pemuda setempat dan mengundang beberapa pemateri yang ahli dibidangnya. Seperti Nurhalim, ST., MT , Ir. Edy Ervianto, MT , Rahyul Amri, ST., MT, Noveri Lysbetty M, ST,. MSc untuk memberikan ilmu serta melatih masyarakat yang ada di kampung Rempak.

 

“Pemerintah kampung sangat mendukung, dengan adanya kegiatan ini tentu dapat mendidik masyarakat bagaimana pemanfaatan lampu jalan, cara memasang dan perawatan, karena yang berhubungan dengan listrik tentu masalah keamanan perlu dijaga. Kalau tidak berstandar SNI tentu nanti dapat berakibat fatal bagi masyarakat yang ada di daerah tersebut.” Kata Salman Alfarisi, S.Sos. Selaku Penghulu (Kepala Desa) Rempak.

 

“Dengan adanya lampu jalan ini, tentu sangat membantu aktivitas masyarakat, terutama saat malam hari disetiap jalan poros desa.” Tambahnya.

 

“Adapun maksud dan tujuan kami mengadakan kegiatan ini adalah untuk memotivasi atau memacu semangat para pemuda untuk dapat melakukan kegiatan yang positif. Diantaranya terkait pemasangan penerangan jalan yang masih sangat kurang atau belum cukup.” Ujar Muhammad Fajri selaku Koordinator Desa.

 

“Dalam kegiatan ini, Alhamdulillah pemuda setempat sangat antusias, mereka turut serta dalam proses merakit lampu jalan yang aman, karena LPPM Universitas Riau membawa alat dan bahan dalam melakukan pelatihan ini.” Tambahnya.

 

Diketahui saat ini kondisi penerangan lampu jalan yang ada di kampung Rempak bersifat swadaya, tidak diambil dari aliran listrik PLN, tetapi diambil dari rumah warga yang ditanggung oleh masyarakat yang telah berinisiatif membuat lampu jalan.

 

Pemerintah kampung telah berusaha untuk pengadaan lampu jalan ini dari berbagai pihak, seperti mengajukan proposal pembuatan lampu jalan kepada pemerintah Kabupaten Siak sejak tahun 2014. Namun, karena katerbatasan APBD, pengadaan lampu jalan ini tidak bisa dianggarkan.

 

Sebab itu pemerintah kampung berinisiatif untuk memasang sendiri dengan menggunakan Alokasi Dana Kampung (ADK). Untuk tahun ini, pemerintah kampung telah merencanakan pemasangan 70 titik lampu jalan, namun demikian realisasinya tergantung berapa anggaran yang dialokasikan pemerintah kabupaten. Rls/AF

KOMENTAR