Pencuri dalam Shalatmu

Kamis, 07 September 2017 07:40:44
Pencuri dalam Shalatmu
Oleh Saidul Tombang

Shalat yang kita laksanakan adalah masanya kita berdua-duaan dengan khaliqul alam Allah azza wajallah. Kekhusyukan kita adalah barometer keintiman yang bisa kita ciptakan dengannya. Semakin khusyuk semakin intim. Dalam semua gerakan, ucapan, dan perasaan saat shalat, berisi bujuk-rayu, puja-puji, dan ikrar cinta kasih kita denganNya.

Iblis sangat benci bila kita berkasih-kasihan dengan Allah. Iblis benci bila kita berdekat-dekatan denganNya. Karena, bila seorang hamba dekat dengan Tuhannya maka dia akan jauh dari iblis. Dan bila seorang hamba jauh dari Tuhannya maka berarti dia dekat dengan iblis.

Maka, segala cara akan dilakukan iblis untuk menghalang kita berdua-duaan dengan Allah. Waktu yang romantis itu akan diganggunya. Masa puja-puji itu akan dikacau-balaukannya. Dia akan mulai menyesatkan manusia saat niat ingin shalat terbetik di hati. Dia akan berpesan nantilah, tunggulah, sekejap lagilah.

Bila tak berhasil, maka dia akan menyemai bibit riya kepada manusia. Dia belokkan niat ikhlas ingin shalat menjadi niat karena sesuatu. Karena ingin dipuji, ingin dianggap alim, dan alasan lainnya.

Bila seorang hamba akan mengangkat takbir, dia akan meningkatkan serangan. Menipu manusia dengan bermacam angan-angan, menarik fikiran dan hati manusia dengan berbagai rencana dan wacana. Menghadirkan berbagai framing kehidupan. Diikuti dengan bujukan supaya bergegas karena ada kepentingan yang lebih penting dibanding kepentingan Allah.

Bujuk-rayu, resah-gelisah, rencana dan wacana, bayang-bayang, dan segala jenis permainan hati dan fikiran, akan dia mainkan dalam harmonisasi yang menipu. Tak sehuruf pun bacaan, tak seruas pun tubuh yang bergerak, dan tak secebis pun ketetapan hati dan perasaan akan terlepas dari pengaruhnya. Bahkan, dia akan mencuri seluruh shalat kita semampu dia. Tak pun semuanya, dia akan mencurinya walau hanya sejarum khusyuk yang kita punya.

Iblis memang pencuri yang luar biasa. Segala cara akan dilakukannya untuk menyesatkan kita. Tak bisa dengan cara yang kasar, dia akan bermain dalam area mindset yang halus. Bahkan, iblis memiliki keahlian memblurkan makna. Seperti khusyuk padahal tidak. Seperti ikhlas padahal tidak.

Saudaraku, iblis memang pandai tapi taklah sepandai manusia. Iblis memang kuat tapi taklah sekuat manusia. Dia hanya mampu merusak tapi yang akan dirusak adalah milik kita. Dia hanya bisa mengganggu tapi yang punya hati dan fikiran adalah kita. Dia hanya mampu menjadi pihak lain sedangkan yang punya diri adalah kita. 

Insan yang kuat akan menjadikan iblis makhluk yang lemah. Insan yang hebat akan menjadikan iblis makhluk yang bodoh. Insan yang mulia akan menjadikan iblis makhluk yang hina.

Ingatlah, iblis yang menggoda Sayyidina Abubakar ternyata sangat kurus dan kering karena dia tak mendapatkan apa-apa dari usahanya. Bahkan, iblis yang ditugasi menggoda Sayyidina Umar ibnu Khattab akan lari tunggang langgang bila melihat Umar, walaupun itu bayangannya.***

#rindukelambuyangpengapitu
 

INFO TERKAIT

KOMENTAR