Arab Saudi Tolak Keras Internasionalisasi Kawasan Mekkah dan Madinah

Rabu, 01 November 2017 11:16:22
Arab Saudi Tolak Keras Internasionalisasi Kawasan Mekkah dan Madinah
Mekkah
Pekanbaru, Inforiau.co - Adanya usulan Negara Qatar yang menginginkan internasionalisasi dua kota suci umat islam yaitu Mekkah dan Madinah mendapat penolakan keras dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Negara Qatar yang memiliki hubungan buruk dalam setahun terakhir menyatakan hal tersebut karena mereka mengakui bahwa warga Qatar kesulitan masuk ke kedua kota suci tersebut.
 
Penolakan keras tersebut disampaikan secara langsung oleh Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi, Al-Jubeir. Usulan Qatar tersebut disebut Al Jubeir merupakan pernyataan perang. 
 
Diberitakan Reuters, penyataan Al-Jubeir untuk menanggapi wacana dari Qatar untuk menginternasionalisasi tanah suci umat Islam (Mekah dan Madinah). 
 
"Keinginan Qatar untuk menginternasionalisasi tanah suci adalah (pernyataan -red) agresif dan sebuah pernyataan perang," katanya dalam sebuah wawancara dengan Al Arabiya, Minggu (30/7).
 
Dalam wawancara itu, Al-Jubeir tidak menyebutkan kapan permintaan itu diucapkan Qatar. Belum jelas pula, internasionalisasi Mekah dan Madinah benar-benar diminta Qatar atau bukan. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari Pemerintah Qatar soal tudingan Arab Saudi.
 
"Kami berhak menanggapi siapa saja yang berupaya untuk menginternasionalisasi tanah suci," sebut Al Jubeir.
 
Selain tudingan soal permintaan untuk membuat Mekah dan Madinah menjadi kawasan internasional, melalui medianya (Al Arabiya), Arab Saudi menuduh negara yang dipimpin Tamim bin Hamad al-Tsani menghalangi warganya menunaikan ibadah haji. Hal ini dibantah Qatar, juga melalui medianya (Al Jazeera), yang menyebut Arab Saudi yang menyulitkan mereka menunaikan rukun Islam kelima. 
 
Sebagai informasi, setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar beberapa waktu lalu, Arab Saudi dan koalisi negara Arab mengajukan beberapa syarat untuk normalisasi hubungan. Di antaranya adalah menutup kantor berita Al Jazeera, menghentikan dukungan untuk Ikhwanul Muslimin, menutup pangkalan militer Turki, dan menurunkan intensitas kerja sama dengan iran. 
 
Pemutusan hubungan diplomatik merupakan sikap sepihak Arab Saudi. Mereka menuding Qatar telah mendanai sejumlah kelompok teror. Tuduhan itu ditampik Qatar.
 

KOMENTAR