Menghela Popularitas UAS

Rabu, 10 Januari 2018 15:20:30
Menghela Popularitas UAS
Ustad Abdul Somad

Populisme melanda dunia. Artinya, yang penting populer. Seseorang mempunyai kompetensi atau tidak, bukanlah menjadi faktor utama untuk di dahulukan selangkah di tinggikan seranting. 


Rasanya, saat ini di Riau bahkan di tanah Andalas tidak ada yang bisa mengalahkan popularitas laki-laki kurus yang bernama Abdul Somad, atau lebih kita kenal dengan Ustad Abdul Somad (UAS). Dia tidak hanya populer, namun juga berisi(berilmu) dan karena Ilmunya lah sang ustad ini populer. Maka bagi saya, ada pengecualian untuk teori ilmiah yang bernama populisme tersebut.

Dalam konteks pemilihan kepala daerah, baik itu  ditingkat pemilihan kepala desa, wali kota, bupati, gubernur, apatah lagi Presiden, sangat mustahil rasanya untuk memenangkan kontestasi jika anda tidak populer, walaupun secara keilmuan dan pengalaman mempunyai kapasitas.

Saat helat pemilihan kepala daerah menyeruak dan menjadi menu percakapan utama kedai kopi hingga media sosial, termasuk di Riau, para calon kepala daerah bersama partai pengusung, pendukung maupun kontraktor pencari proyek serasa me'mubah'kan segala cara untuk menaikkan tingkat popularitas sang calon. Atau dengan cara menghela popularitas orang lain agar masyarakat berprasangka bagian dari gerbongnya. Dan sasarannya adalah UAS.

Berharap populer dengan menghela popularitas UAS menjadi pembicaraan ditengah masyarakat(Untuk yang lasak politik)saat salahsatu partai pengusung Bakal Calon Gubernur Riau (Gubri) mengagendakan acara yang bertajuk Apel Siaga Pemenangan. Namun kemudian UAS memutuskan untuk membatalkan kehadirannya, sebab ada perubahan konsep acara dari agenda semula. 

Cara-cara seperti ini, walaupun tidak sama, juga dilakukan Balon Gubri lainnya. Sudah lama beredar luas penampakan UAS berfoto bersama Balon Gubri dengan jari tangan yang membentuk huruf awal nama si Balon Gubri. Dan saya yakin ada yang memberi isyarat untuk lakukan itu sebelum di foto. Artinya sang Balon Gubri sangat sadar, dan UAS tanpa sadar. Wallahualam..

Di kesempatan lain, UAS juga pernah di undang sebagai penceramah pada acara resmi pemerintahan daerah di kediaman dinas sang pejabat yang saat ini juga mencalonkan diri di Pilgubri. Namun dalam video yang diambil Humas Pemda tersebut, tampak jelas saat UAS ceramah lebih kurang 60 menit ada latar belakang foto ukuran besar sang pejabat tersebut. Saya yakin Humas nya Pemda ini lakukan dengan sadar(video disebarluaskan) dan UAS tanpa sadar. Wallahualam...

Semua yang saya cakap diatas hanya hipotesa. Media gambar akan banyak interpretasi. Santai saja. Namun agar tidak berbuah pada prasangka, bagi saya dan orang banyak, tolong semua tuan-tuan yang terlibat dalam pemilihan Gubernur Riau dan juga calon kepala daerah di provinsi lain, tahan dulu untuk melibatkan UAS. Populerlah dengan cara sendiri. Meskipun tuan-tuan dengan UAS satu organisasi, satu pergerakan, satu ideologi, ataupun satu kampung. Sementara waktu tempatkanlah UAS 'diluar'. UAS sudah cukup letak dengan popularitasnya saat ini. Selamat Berpesta(lah)Demokrasi..

Oleh : Alwira fanzary
           OKP Lingkar Anak Negeri Riau


KOMENTAR