Belajar ke PT Bina Rekayasa Anugrah Sebagai Perusahaan Lokal Mitra Hutama Karya Bangun Jalan Tol

Senin, 30 Agustus 2021 12:31:27 331
Belajar ke PT Bina Rekayasa Anugrah Sebagai Perusahaan Lokal Mitra Hutama Karya Bangun Jalan Tol

PEKANBARU - Pemerintah memberi amanat kepada PT Hutama Karya (HK) untuk membangun dan mengembangkan Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). JTTS ini terkategori sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Sebagaimana diketahui, jalan tol ini, akan menghubungkan Provinsi Lampung ke Aceh melalui 24 ruas jalan berbeda, yang panjang
keseluruhannya mencapai 2.704 km dan akan beroperasi penuh pada 2024.

Seperti selalu diutarakan Presiden Joko Widodo, proyek JTTS dibangun dengan tujuan membuka sentra-sentra ekonomi baru yang dapat terbangun dari kawasan industri serta mampu menjadi akses utama dalam menghubungkan berbagai provinsi di pulau Sumatera.

Salah satu upaya HK dalam melakukan percepatan pembangunan proyek JTTS, adalah turut melibatkan pelaku usaha lokal yang memahami situasi lokasi proyek yang dibangun. Keterlibatan mitra-mitra pendukung PT Hutama Karya (HK) dan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tentu adalah pihak yang memiliki komitmen, profesional, dan integritas.

Dalam penyelenggaraan PSN ini, tidak sedikit peran serta putra putri terbaik a Riau tergabung dalam penyelesaian ruas jalan tol yang ada di wilayah Provinsi Riau. Baik itu pelaksanaan konstruksi di seksi Pekanbaru-Bangkinang dan Bangkinang-Pangkalan, serta pemeliharaan pada ruas yang telah beroperasi seperti ruas Pekanbaru-Dumai.

PT Bina Rekayasa Anugrah (BRA), adalah salah satu contoh perusahaan lokal. Badan usaha ini adalah contoh mitra HK dan HKI yang diberi kepercayaan.

Sebagai salah satu mitra strategis HK dan HKI yang turut berpartisipasi dalam pembangunan JTTS, khususnya Ruas Pekanbaru-Bangkinang, dalam realisasi pekerjaannya memberdayakan hampir 100% masyarakat lokal, mulai dari aktivitas site clearing, Common Borrow Material (CBM), pemadatan, pekerjaan saluran, perkuatan box traffic, pekerjaan jembatan sampai dengan pekerjaan penanaman rumput dan banyak item pekerjaan lainnya.

Target waktu penyelesaian yang ketat menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan ini. Belum lagi kondisi cuaca yang tak menentu membuat seluruh tim harus membuat inovasi baru terhadap metodologi pelaksanaan pekerjaan agar rencana dan realisasi pekerjaan tetap tercapai.

BRA sebagai perusahaan yang terdiri dari pengusaha dan anggota tim putra-putri daerah Riau berusia +/- 30 tahun, yang memiliki semangat tinggi untuk membangun negeri, dengan pembuktian pekerjaan nyata, mendapatkan peluang pula untuk berpartisipasi secara kompetitif dan transparan pada kesempatan pekerjaan lainnya. Salah satunya di ruas Indrapura – Kisaran dan Proyek Earthwork di Junction Tebing tinggi, Sumatera Utara.

Beruntung bagi BRA, ketika mendapatkan kepercayaan dari HK dan HKi untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut, sehingga dapat banyak pengalaman yang berharga, mulai dari aspek pembiayaan dengan dimudahkannya akses terhadap finansial dengan perbankan, dalam hal ini Bank Mandiri, bermitra dengan perusahaan lain, dan akses kepemilikan alat berat beserta peralatan penunjang lainnya.

Konsistensi dan komitmen PT BRA dalam penyelesaian pekerjaan tidak lepas dari arahan dan masukan yang terus diberikan HK dan HKI, untuk mencapai target milestone penyelesaian pekerjaan, merupakan kolaborasi teamwork yang memberikan hasil positif untuk kedua belah pihak.

Aspek yang tidak kalah penting adalah amanat HKI kepada mitra-nya, untuk selalu memberdayakan masyarakat sekitar dalam setiap kebutuhan sumber daya manusia untuk menunjang kegiatan pelaksanaan konstruksi.

“Bina Rekayasa Anugrah sangat berterima kasih telah diberikan kesempatan oleh HK dan HKI dalam keterlibatan kami pada JTTS, khususnya ruas PekBang (Pekanbaru-Bangkinang. HKI telah memberi kami arahan, masukan, membimbing agar bisa menyelesaikan pekerjaan tepat mutu dan tepat waktu," kata Muhammad Anugrah selaku Komisaris Utama PT Bina Rekayasa Anugrah, yang juga kelahiran Pekanbaru, Riau.

"Bina Rekayasa Anugrah, juga mengusulkan agar PT HKI memberi kesempatan kepada perusahaan-perusahaan lokal lainnya yang ada di Sumatera, khsusunya yang ada di Provinsi Riau, mengingat bahwa JTTS sangat besar dari utara ke selatan, dan memerlukan partisipasi perusahaan lokal sebanyak mungkin, sehingga dapat
mencapai target timeline yang ditentukan oleh pemerintah," tambah Muhammad Anugrah.

“Kami berharap agar pengusaha di Sumatera dan provinsi Riau dapat bergandengan tangan dan saling bergotong royong untuk menyukseskan proyek-proyek JTTS, khususnya di ruas jalan tol yang berada di lingkungan Provinsi Riau. Kesempatan yang terbuka ini harus dapat kita manfaatkan tentunya dengan menjunjung tinggi nilai profesionalitas dan integritas, untuk dapat bergotong-royong dalam menyukseskan proyek strategis nasional, agar masyarakat segera dapat merasakan peningkatan manfaat secara ekonomi dan menjamin keberlangsungan tenaga kerja.” timpalnya. (rls)

KOMENTAR